Jumat, 31 Agustus 2012

Pengkajian Puisi


PENGKAJIAN PUISI
Ø  Puisi sebagai sebuah karya seni dapat dikaji dari bermacam-macam aspeknya.
Ø  Puisi dapat dikaji struktur dan unsur-unsurnya, karena puisi merupakan struktur yang tersusun dari berbagai unsur dan sarana kepuitisan.
Ø  Puisi dapat dikaji dari segi sejarahnya karena pada hakikatnya sebagai karya seni yang selalu terjadi ketegangan antara konvensi dan inovasi (Teeuw, 1980: 12)
Ø  Puisi selalu berubah-ubah sesuai dengan evolusi selera dan perubahan konsep estetiknya (Riffatere, 1978:1).
Ø  Puisi sebagai karya seni itu puitis.
Ø  Kepuitisan dapat dicapai dengan bermacam-macam cara, misalnya dengan
Ø  bentuk visual: tipografi,
Ø  susunan bait.
Ø  Bunyi: persajakan, asonansi, aliterasi, kiasan bunyi, lambang rasa.
Ø  Orkestrasi: pemilihan kata (diksi), bahasa kiasan, sarana retorika, unsur-unsur kebahasaan, gaya bahasa.
PUISI DAN PENGERTIANNYA
Ø  Altenberg à puisi adalah pendramaan pengalaman yang bersifat penafsiran (menafsirkan) dalam bahasa berirama (bermetrum) (as the interpretive dramatization of experience in metrical language)
Ø  Samuel Taylor Coleridge à puisi adalah kata-kata terindah dalam susunan terindah.
Ø  Shanon Ahmad (1978:3-4) mengemukakan bahwa puisi merupakan perpaduan dari berbagai unsur yaitu: emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata-kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur baur.
Ø  Dengan dmikian unsur puisi dapat dibagi menjadi tiga yakni meliputi pemikiran, ide atau emosi; kedua bentuknya dan ketiga ialah kesannya.
Ø  Puisi mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama.
Ø  Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan.
PERBEDAAN POKOK ANTARA PUISI DAN PROSA
  1. kesatuan-kesatuan korespondensi prosa yang pokok ialah kesatuan,  sintaksis; kesatuan korespondensi puisi resminya---bukan kesatuan sintaksis– kesatuan akustis
  2. Di dalam puisi korespondensi dari corak tertentu, yang terdiri dari kesatuan-kesatuan tertentu pula meliputi seluruh puisi dari semula sampai akhir. Kesatuan ini disebut baris sajak
  3. Di dalam baris sajak ada periodisitas dari mula hingga akhir (A.W. de Groot).
Ø  Dalam poetika (ilmu ), sesungguhnya hanya ada satu istilah yaitu puisi. Istilah itu mencakup semua karya sastra, baik prosa maupun puisi. Jadi, puisi itu sama dengan karya sastra, khususnya prosa dan puisi (Wellek, 1968: 142-150). Hal ini disebabkan bahwa sesungguhnya perbedaan prosa dan puisi itu sifatnya hanya berderajat (gradual) saja kadar kepadatannya.
Ø  Puisi adalah ekspresi kreatif (yang mencipta), sedang prosa itu ekspresi konstruktif
Ø  Dalam puisi kata-kata tidaklah keluar dari simpanan ingatan, kata-kata dalam puisi lahir lahir dan dilahirkan kembali (dibentuk) pada waktu pengucapannya sendiri.
Ø  Sifat kreatif prosa itu hanya terlihat pada rencana dan pelaksanaannya, bahan-bahannya telah tersedi dan selesai dibentuk.
Ø  Prosa itu pada umumnya bersifat bercerita (epis atau naratif), sedangkan dalam membuat puisi aktivitas bersifat pencurahan jiwa yang padat (liris dan ekspresif). Karena kepadatannya ini, puisi bersifat sugestif dan asosiatif, sedangkan prosa bersifat menguraikan (menjelaskan ) kadang sampai merenik.


  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar